“kita akan dipilihkan oleh jalan hidup kita”
sepintas, sulit untuk memahami kalimat itu.
tp…setelah berpikir sejenak, mungkin itulah yg terjadi selama kurun waktu satu dasawarsa terakhir ini.
tak pernah terbayang akan kehidupan cinta yang sesungguhnya. seperti apakah itu? indah? manis? dengan siapakah?
sosok pun tak pernah terbayang akan seperti apa. sebuah idealisme anak muda saja yg membayang, seperti itu bukan sebuah realita yg mudah didapat, meski keyakinan diri terlampau besar untuk mendapatkannya.
waktu berlalu, beberapa kali terlihat bersama dalam kesempatan yang sangat biasa (but extraordinary 4 me ;p i thougt it was…)hingga jalinan persahabatan teruntai dalam satu ikatan kuat. 4 orang remaja (remaja belom seeh? remaja ketuaan kali ya… ;p) pergi bersama, mengisi hari. hanya ‘biasa’ itu semua, dan tak ada yg ‘tak biasa’ (u still remember this film hunney? ;D)
sampai suatu saat keinginan untuk mencoba itu terlampau besar. tp…benarkah pilihan itu sudah ada? kalo belum, dan hanya melihat pada apa yg sudah ada, seperti itukah yg aku ingin?
well…i guess not.
kenapa masih mencoba jg? tak ada pilihan lain? tidak juga.
satu taun masa percobaan itu berlalu bukan dengan yg ‘biasa’, dan berakhir dengan keputusan untuk tak lagi mencoba. sudah cukup untuk merasakan bagaimana perasaan dicoba. untuk?? untuk merasakan (he he…muter2…)
ketika pilihan kembali datang, dengan sesuatu yg “lebih”, akankah mencoba kembali?
keyakinan untuk bisa “lebih baik”, meniti hari, mengharap inilah pilihan pasti, meski restu tak diberi.
sampai di tengah jalan, adalah perjalanan panjang yg membentang, indah, tp juga sesal. ditengah perjalanan itu hadir kembali yg ‘biasa’…mengungkap asa, semoga diterima.
tapi benarkah diterima? tidak, sayangnya waktu itu.
tidak ingin? tidak juga. lalu kenapa?
tidak tau (tidak tau ato tidak ingin melepas? ;p)
kembali berjalan seperti ‘biasa’, ada ‘perjalanan’ di tengah ‘jalan’.
masih inget banget waktu ada amarah ketika akan ada perjalanan ke ujung utara sana, tempat ‘biasa’ kita. (terakhir kali ya?!)
tak terasa, ada rasa (benarkah?)
trus…ada niatan untuk menjadikan pendamping 4 one of my best fren ever (wa…kualat kali sama my dear sista. sekarang malah mo nikah duluan! hiks hiks…)
btw, lucu banget ya perjalanan hidup ini.
lama berselang, sampe tiba di akhir perjalanan menyelesaikan studi.
“aku pulaaaaaannnnnngggggg…”
masi inget banget pas lagu itu sayup terdengar dalam perjalanan di kereta, menuju jogja tercinta. jadi awal dalam perjalanan masa.
dari yg ‘biasa’, sampe jadi ‘tak biasa’.
snip…
kini…mungkin itulah yg dinamakan,
adakalanya kita akan dipilihkan juga oleh jalan hidup kita
Subhanallah…betapa indahnya pilihan hidup di dunia ini…
notes : binun ya?
yg nulis jg lg bingung kok, nulis apa to ini??? ;p