bekal pernikahan
barusan dikirimin email ini, pesennya gini nih “sedikit pembekalan buat yg mo married” katanya…
duh..sapa jg yg mo merit? eh kalo soal mau sih mau…tp kapan yah?
well, lepas dari mo merit ato belum (bukan nggak loh!), nggak ada salahnya kan kita resapi pesan ini…
oya, yg nulis ini nih…
Makna Pernikahan
Menikah tidak terlalu sulit, tetapi membangun keluarga bahagia bukan
sesuatu yang mudah. Jika pernikahan diilustrasikan dengan membangun
rumah, pertama yang dilakukan adalah membuat gambar atau maket.
Setelah diomongin seperti apa rumah yang diinginkan, digambar
selanjutnya dituangkan dalam wujud bangunan fisik rumah. Demikian
juga membangun keluarga bahagia, terlebih dahulu orang harus memiliki
konsep tentang keluarga bahagia. Banyak kriteria yang disusun orang
untuk menggambarkan sebuah keluarga yang bahagia, bergantung
ketinggian budaya masing-masing orang, misalnya ada orang yang
mengukur kebahagiaan keluarga dengan tercukupinya sandang, pangan
dan papan.Bagi orang yang pendidikannya tinggi atau tingkat sosialnya tinggi,
maka konsep sandang bukan sekedar pakaian penutup badan, tetapi juga
simbol dari suatu makna. Demikian juga pangan bukan sekedar kenyang
atau standar gizi, tetapi ada “selera” non gizi yang menjadi
konsepnya. Demikian halnya tempat tinggal (papan) , kendaraan,
perabotan bahkan hiasan, kesemuanya itu bagi orang tertentu mempunyai
kandungan makna budaya. Secara sosiologis pesikologis, kehadiran anak
dalam keluarga juga dipandang sebagai parameter kebahagiaan.Juga seorang isteri bukan sekedar perempuan pasangan tempat tidur dan
ibu yang melahirkan anak, suami bukan sekedar lelaki, tetapi ada
konsep aktualisasi diri bagi masing-masing indvidu. Rumah tangga
menjadi ruang berkreasi dan beraktualisasi sehingga seorang suami
ataupun istri tumbuh dan berkembang bersama-sama, menghadapi masalah
bersama juga merupakan bagian proses beraktualisasi diri. Itulah
makna pernikahan yaitu ruang beraktualisasi diri.
menikah mungkin bukanlah suatu hal yg susah (bener nggak ya? belum ngerasain soalnya ;p), tp after marriage life-nya itulah yg…ummm…susah nggak ya?
dibilang susah, mungkin nggak jg (ah sok teu banget sih aku!). karena banyak yg bilang jg kalo Allah itu akan memudahkan langkah kita, juga rizki kita setelah menikah, secara menikah itu adalah melengkapi separuh ibadah kita.
terbayang dalam angan ini…kalo kelak suatu saat setelah menikah, akan seperti apa rumah tangga yg aku bangun (hi hi…berkhayal banget yah!).
well…kita liat aja nanti yah…
Hmm..ngayal mode ON ya. Aku juga suka ngayal loh Sas, bayangin seperti apa kehidupan pernikahan nantinya. Apa kita bisa ngadepin segala macem yang akan dihadapi. Apakah kuat menghadapi kekurangan pasangan dan kelemahan diri kita sendiri? Hmm..bisa nggak ya, itu yang suka bikin merenung. Moga2 tercapai pernikahan seperti fairytale ya Sas.. Dan putri dan pangeran hidup berbahagia selamanya. Hahahahaha..ngayal banget
)
By: Ilma on December 3, 2007
at 5:03 pm
fairytale?
hi hi hi…
iya, kita sukanya ngayal. tp dari ngayal itu kita berusaha untuk mewujudkannya kan?
insyaAllah bisa lah…
By: sasti on December 4, 2007
at 7:04 am
Artikel yang sangat bermanfaat…
By: eidariesky on February 6, 2009
at 6:58 am
alahmdulillah kalo bermanfaat
ini sekedar sharing aja kok
By: sasti on February 19, 2009
at 11:19 am