udah nonton film ayat-ayat cinta?
pasti tau dunk scene dimana fachri mengucap akad (ijab) untuk menerima nikahnya aisha…tepat di atas kolam yg berada di tengah flat tempat tinggal aisha.
sesaat kemudian, taburan bunga menghiasi indahnya pernikahan diiringi musik yg mengalun menggetarkan setiap relung hati yg dipenuhi cinta
tak lama, alunan suara rosa, menyenandungkan “tercipta untukku” bersama ungu, sang pemilik karya indah itu. membawaku pada ingatan akan peristiwa yg sama beberapa bulan lalu, di sebuah lobi hotel di surabaya. sepasang insan mengikat janji suci dalam balutan nuansa putih, disusul dengan hadiah ‘istimewa’ dari ‘the groom’, alunan indah tembang yg sama, “tercipta untukku” . tepukan meriah segera menggema di seluruh ruangan, sampai lantai 5 hotel tersebut. tak ayal, ‘the bride’nya tersenyum haru bahagia, dengan sinar mata yg tak lagi bisa ungkapkan dalamnya rasa bungah itu.
sejenak aku ikut larut dalam bahagia itu, tapi kemudian tepekur, bertanya kepada batin ini, adakah ia juga tercipta untukku?
harap itu pasti, tapi keyakinan itu, hanya kepada Allah aku berserah.
perjalanan ini bukan hanya sebentar saja. ada jalan berkelok dan menikung, ada ego yg tak lagi terkendali.
tapi mungkin begitulah Allah mempertemukan kita, membimbing kita menjalani perjalanan panjang ini. semoga Allah pula lah yang menjadikan kau “tercipta untukku”…